ABCkotaraya.id
Image default
Bisnis

Persiapan Menghadapi Keadaan Darurat yang Mengancam Bisnis

Para pengusaha sangat Bahagia ketika bisnis yang mereka jalankan terus tumbuh dan menghasilkan profit besar setiap bulan. Sebagai pengusaha, Anda merasa bisnis sudah aman dan terkendali ketika profit. Tetapi Anda harus tetap ingat adanya keadaan darurat mengancam bisnis yang bisa terjadi kapan saja.

Jangan pernah berpuas diri dengan apa yang sudah didapatkan selama ini. Pastikan Anda bisa bersiap dengan segala risiko yang mungkin bisa mengancam bisnis kapan saja. Anda perlu juga mengetahui bagaimana kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat yang mengancam bisnis. Apa saja bentuk ancaman tersebut, perlu sekali Anda mengenalinya.

Baca Juga: 9 Tantangan UMKM Di Indonesia yang Membuat UMKM Sulit Naik Kelas

Sangat jarang para pengusaha melihat hal ini. Mereka selalu fokus dengan mengembangkan produk dan pasar. Meskipun itu tidak salah, tetapi Anda juga perlu menyiapkan segala sesuatu yang bersifat darurat dan mungkin saja bisa mengancam bisnis Anda.

Kondisi Darurat yang Mengancam Bisnis

Pandemi Global

Keadaan darurat yang mengancam bisnis sering diabaikan oleh pengusaha
Source: Tomps.id

Hampir semua pebisnis di dunia tidak ada yang menduga akan terjadinya pandemi seperti Covid-19. Tidak ada yang mempersiapkan kondisi tersebut dengan baik. Kejadian Pertama kalinya membuat sebagian besar pebisnis tidak memiliki kesiapan dalam menghadapi krisis Kesehatan yang benar-benar mempengaruhi ekonomi. Bahkan bagi bisnis kecil sangat menghancurkan mereka.

Di Indonesia menurut data dari Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), selama tahun 2020 sebagai tahun pertama Covid-19, dari 64,7 juta UMKM di Indonesia, 30 juta UMKM bangkrut akibat Covid-19.

Selain berdampak kepada para pengusaha, dampaknya pun di rasakan oleh para pekerja. Di 2020 ada sekitar 7 juta pekerja UMKM yang harus diberhentikan. Angka tersebut tentu sangat besar. Terutama sektor-sektor pariwisata.

Saat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang cukup menyerang sektor pariwisata. Seperti Hotel, Restoran, Pemandu wisata, dan industri oleh-oleh banyak yang harus gulung tikar, disebabkan larangan berwisata.

Meskipun saat ini Pemerintah telah melonggarkan pergerakan orang, namun beberapa kebijakan masih sangat membingungkan. Membuat banyak masyarakat yang ragu untuk bepergian dan berwisata.

Hal ini membuat para pelaku usaha perlu mencari cara untuk tetap bertahan hidup dan melihat peluang yang bisa dikembangkan untuk bisa tetap bertahan. Berikut beberapa cara mempersiapkan bisnis menghadapi pandemi:

  • Memiliki dana darurat
  • Gunakan Teknologi dan Kolaborasi

Bencana Alam

Mobil Honda Terkena Banjir di Thailand
Source: Jagatreview.com

Keadaan darurat yang mengancam bisnis berikutnya adalah bencana alam. Memang tidak ada yang menginginkan terjadinya bencana alam dimanapun. Tetapi kuasa Ilahi tidak ada manusia yang mengetahuinya.

Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, angin kencang, dan kebakaran menjadi beberapa contoh bencana alam yang sering terjadi di negara kita. Ternyata banyak pelaku bisnis yang juga mengalaminya. Bencana alam yang selalu datang mendadak berpotensi menghancurkan bisnis fisik dalam sekejap mata.

Banyak pelaku bisnis di Indonesia yang tidak memiliki persiapan apabila bisnis mereka terdampak bencana alam. Sehingga potensi kerugian sangat besar ketika terdampak. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk bisa meminimalisir potensi kerugian akibat bencana alam, seperti:

Menyimpan Informasi penting ke Cloud

Dengan menggunakan aplikasi atau software berbasis cloud, akan memudahkan Anda mengakses kembali file-file bisnis yang mungkin saja terdampak bencana. Ada banyak software cloud, salah satunya software keuangan seperti Accurate Online untuk menyimpan dan melakukan aktivitas akuntansi bisnis.

Data keuangan bisnis merupakan data rahasia yang tidak bisa sembarang menyimpan. Jika data keuangan masih di simpan dalam bentuk konvensional, jika bencana alam terjadi dan data-data tersebut tidak bisa diselamatkan, tentu akan sangat merugikan.

Untuk itu, perlunya Anda melakukan migrasi data penting perusahaan ke aplikasi berbasis cloud. Sehingga Anda dan staff bisa mengakses file kapan dan dimana saja saat dibutuhkan.

Meminimalkan Dampak bencana

Mungkin bencana alam tidak bisa dihindari. Tetapi Anda bisa mengurangi risiko kerugian besar dengan mengembangkan kebijakan-kebijakan antisipatif dalam menghadapi bencana. Usahakan di tempat bisnis terdapat petunjuk dalam kondisi darurat, melatih para karyawan menghadapi kondisi darurat, dan meninggalkan kontak darurat.

Baca Juga: Cara Memecahkan Masalah Apapun Dalam Bisnis

Serangan Cyber

Serangan siber menjadi ancaman bagi bisnis
Source: Wionews.com

Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat para pebisnis untuk mengikuti arus. Jika tidak, tentu bisa membuat bisnis ketinggalan zaman. Meskipun teknologi internet membuat bisnis lebih maju dan aman, tetapi tetap saja terdapat ancaman. Ancaman ini biasanya berbentuk serangan cyber.

Banyak bisnis yang tidak mampu menghadapi serangan cyber yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab. Terutama para bisnis kecil.

Para pelaku kejahatan cyber memilih bisnis kecil disebabkan anggaran dan sumber daya yang dimiliki tidak begitu ketat. Belum lagi bisnis kecil dianggap sebagai gerbang menuju organisasi besar.

Sehingga sangat mudah untuk di bobol. Sehingga sangat mudah para penjahat membobol aset bisnis. Tentu keadaan darurat mengancam bisnis ketika mengalami kejahatan cyber.

Jadi, Anda perlu berhati-hati dengan serangan cyber. Pastikan ketika Anda menggunakan teknologi seperti internet dalam aktivitas bisnis, keamanannya terjaga. Termasuk dalam menyimpan informasi rahasia perusahaan. Gunakan sistem keamanan bertingkat untuk menyimpan data lebih aman.

Keadaan darurat yang mengancam bisnis memang bisa terjadi kapan saja dan menyerang siapa saja. Sebagai pebisnis, Anda perlu mempersiapkannya dengan baik. Mulai dari infrastruktur, sumber daya, dan langkah-langkah antisipatif yang bisa saja terjadi secara mendadak.

Related posts

Inovasi Produk Tanpa Anggaran, Mungkinkah?

mimin ABC kotaraya

Membangun Usaha Warung Kopi yang Menguntungkan

Fattah Miyaz

Retail Berdarah-Darah, Nasib Retail Di Indonesia Setelah Matahari Tutup 13 Gerai

mimin ABC kotaraya

Leave a Comment

error: Konten di Lindungi