ABCkotaraya.id
Image default
Akuntansi

Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Saat ini konten tentang siklus akuntansi lebih banyak membahas siklus dan penerapan pada perusahaan dagang atau retail. Sangat sedikit yang membahas mengenai siklus akuntansi perusahaan manufaktur. Padahal perusahan manufaktur di Indonesia cukup banyak dan juga tidak sedikit adalah perusahaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Meskipun proses akuntansi perusahaan manufaktur mungkin dianggap sama dengan perusahaan lainnya, tetapi perusahaan manufaktur memiliki siklus akuntansi yang berbeda dengan jenis perusahaan lainnya. Bagaimana penerapannya dan metode akuntansi manufaktur, kita akan membahasnya hingga kepada tahapan laporan keuangan perusahaan manufaktur.

Perusahaan Manufaktur

Manufaktur adalah bisnis atau perusahaan yang memproduksi barang setengah jadi atau barang jadi yang di produksi dari bahan mentah sehingga bisa dijual kembali kepada perusahaan atau kepada end user langsung.

Dalam proses mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi, perusahaan menggunakan mesin dan peralatan dan tenaga kerja untuk memproduksi secara skala besar. Hasil produksi tersebut dijual kepada konsumen melalui jaringan perusahaan-perusahaan distributor melalui agen dan pengecer.

Baca Juga: 6 Peran Teknologi Mempercepat Perkembangan Bisnis

Ciri-Ciri Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Pendapatan bersumber dari Penjualan

Bisnis manufaktur merupakan bisnis yang melakukan produksi, menghasilkan, dan menjual produk berupa barang. Barang tersebut bisa barang yang telah jadi maupun barang setengah jadi. Seperti perlengkapan rumah tangga, jenis makanan dan minuman, dan barang-barang untuk pakaian.

Karena membuat sebuah barang sehingga perusahaan ini mendapatkan penghasilan yang bersumber dari penjualan barang-barang yang dihasilkan tersebut. Terkadang satu perusahaan manufaktur bisa memproduksi barang sekaligus, sehingga pendapatannya juga banyak.

Memproduksi Barang Fisik

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik. Artinya barang tersebut berwujud dan memiliki fisik yang dapat dilihat dan diraba, sehingga perusahaan memiliki persediaan produk secara fisik.

Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Sekarang kita akan membahas mengenai siklus akuntansi perusahaan manufaktur dengan membahasnya tahap per tahap.

Penerimaan Dokumen Transaksi

Pengumpulan data transaksi untuk menjalankan siklus akuntansi perusahaan manufaktur
Source: Unsleashedsoftware.com

Tahap pertama dalam pembahasan siklus akuntansi perusahaan manufaktur adalah proses penerimaan dokumen transaksi. Dokumen ini sebagai bukti telah terjadinya transaksi antara penjual (perusahaan manufaktur) dengan pembeli.

Dokumen transaksi ini merupakan dokumen umum yang biasa digunakan dalam proses jual beli. Seperti nota, purchase order (PO), Purchase Requisition (PR), dan lain sebagainya. Belum lagi proses jual beli perusahaan manufaktur melibatkan banyak dokumen yang diperlukan.

Hal ini disebabkan perusahaan manufaktur bisa membeli bahan baku dalam bentuk yang banyak, bukan hanya membeli satu jenis. Pada tahapan awal ini sangat perlu dilakukan dengan teliti.

Penjurnalan

Setelah mengumpulkan dokumen transaksi, tahapan selanjutnya adalah penjurnalan. Proses penjurnalan ini harus melalui tahapan pertama. Tanpa adanya bukti atau dokumen transaksi, maka penjurnalan tidak akan pernah bisa dilakukan.

Dalam akuntansi sudah dikenal dua jenis jurnal. Pertama jurnal umum dan kedua jurnal khusus.

Manfaat dari proses penjurnalan ini adalah memudahkan proses perhitungan semua bukti transaksi yang dilakukan oleh perusahaan selama periode tertentu. Proses penjurnalan pun akan memudahkan perusahaan dalam melihat jumlah nominal pada bagian debet dan kredit.

Jurnal ini akan menjadi tahapan proses dalam pembuatan buku besar dan laporan keuangan.

Posting Buku Besar

Setelah proses penjurnalan selesai, tahapan berikutnya adalah posting ke buku besar. Setiap informasi yang telah dicatat dalam jurnal umum maupun jurnal khusus akan di posting pada buku besar. Setiap akun akan terakumulasi dalam buku besar.

Akun ini merupakan akun kas, piutang, biaya, hutang usaha, dan lainnya akan dirangkum secara rinci dalam buku besar. Buku besar akan menjadi tempat berkumpulnya seluruh transaksi bisnis yang telah di kategorikan dalam masing-masing akun.

Disini akan mudah terlacak apakah terdapat kesalahan yang terjadi dalam tahapan-tahapan sebelumnya. Sehingga kesalahan tersebut bisa diperbaiki. Buku besar juga menjadi bahan untuk melakukan audit perusahaan jika dibutuhkan.

Baca Juga: Memahami Buku Besar Akuntansi dan Bentuknya

Neraca Saldo

Tahapan berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah membuat neraca saldo. Neraca saldo merupakan alat evaluasi bagi pencatatan yang telah dilakukan hingga buku besar. Dalam membuat neraca saldo nilai transaksi pada debit dan kredit haruslah sama.

Meskipun neraca saldo memiliki bentuk yang sederhana tetapi neraca saldo akan menjadi alat yang akurat dalam menghitung keseimbangan debit dan kredit. Apa lagi biasanya perusahaan manufaktur menggunakan basis akrual, sehingga siklus akuntansi perusahaan manufaktur tidak sampai disini.

Pada akhir bulan atau akhir periode akuntansi perlu dibuat jurnal penyesuaian. Setelah itu jurnal penyesuaian akan di masukan kembali ke neraca saldo dan berubah menjadi neraca saldo setelah penyesuaian.

Jurnal Penyesuaian

Pada tahap ini memang akan terjadi pada setiap siklus akuntansi perusahaan manufaktur, tetapi jarang terjadi di jenis perusahaan lainnya. Sebab, pada perusahaan manufaktur menggunakan metode akrual dalam proses pencatatan akuntansi.

Metode ini dimana setiap transaksi dicatat sesuai waktu terjadinya dan bukan berdasarkan terjadinya kas masuk dan keluar. Contohnya adalah penjualan kredit. Penyesuaian akan terjadi dalam jurnal penyesuaian.

Pencatatan penyesuaian terjadi karena perusahaan manufaktur memiliki pencatatan penyesuaian persediaan yang berbeda dengan pencatatan pada perusahaan lain. Seperti penyesuaian akhir bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi.

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Penerapan akuntansi perusahaan manufaktur
Source: Cogneesol.com

Setelah jurnal penyesuaian dibuat maka setiap data transaksi penyesuaian akan dimasukan kembali ke dalam neraca saldo untuk mendapatkan nilai keseimbangan antara debit kredit. Proses ini sangat penting dilakukan sebelum kepada tahapan pembuatan laporan keuangan.

Tahapan ini akan mencari keseimbangan debit kredit yang baru. Setelah proses ini selesai, maka bisa dilanjutkan untuk kepada tahapan pembuatan laporan keuangan perusahaan.

Membuat Laporan Keuangan

Setelah seluruh tahapan diatas dilakukan, tahap berikutnya adalah membuat laporan keuangan perusahaan manufaktur. Anda bisa memasukan data-data dari tahapan sebelumnya untuk digabungkan dalam posisi laporan keuangan. Baik itu laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

Tetapi ketika Anda menggunakan software bisnis Accurate Online, seluruh proses siklus akuntansi perusahaan manufaktur akan dilakukan secara otomatis. Asalkan Anda sudah melakukan pencatatan dengan baik dan benar. Sehingga penyusunan laporan keuangan akan lebih cepat.

Baca Juga : Manfaat Laporan Keuangan untuk Bisnis dan Perusahaan

Jurnal Penutup

Setelah selesai membuat laporan keuangan, tentu bukan akhir dari siklus akuntansi perusahaan manufaktur. Masih ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah membuat jurnal penutup.

Jurnal penutup ini berfungsi untuk menutup akun-akun aset, liabilitas, pendapatan, biaya-biaya, dan akun lainnya. Sehingga pada awal periode selanjutnya akun laporan keuangan akan bernilai nol dan di mulai dari awal kembali untuk transaksi selanjutnya.

Jurnal Pembalik

Sebenarnya pembuatan jurnal pembalik tidak wajib dilakukan. Sifatnya opsional. Jurnal pembalik dibuat pada awal periode dengan membalik beberapa jurnal penyesuaian yang terjadi di periode sebelumnya. Pada perusahaan manufaktur biasanya berkaitan dengan akun neraca perusahaan.

Kesimpulan

Itulah beberapa tahapan siklus akuntansi perusahaan manufaktur yang biasa dilakukan. Perbedaan yang sangat jelas adalah proses penilaian dan penyesuaian persediaan di perusahaan manufaktur. Tahapan ini biasanya tidak terjadi pada jenis perusahaan lain.

Dapat dikatakan bahwa perhitungan persediaan dan Harga Pokok Penjualan (HPP) perusahaan manufaktur akan lebih rumit dibandingkan pada perusahaan dagang dan jasa. Sebab adanya aktivitas barang mentah dan barang dalam proses produksi perusahaan menjadi barang jadi siap jual.

Agar setiap tahapan bisa dilakukan dengan mudah. Anda bisa menggunakan software bisnis Accurate Online Manufaktur yang akan memudahkan pengerjaan siklus akuntansi perusahaan manufaktur. Anda bisa mendapatkan proses transaksi secara cepat, mudah, dan akurat.

Coba Accurate sekarang gratis 30 hari.

Related posts

Software Akuntansi Accurate untuk Segala Jenis Bisnis

mimin ABC kotaraya

Ragam Harta dalam Akuntansi Pada Bisnis

mimin ABC kotaraya

Tahapan Setup Awal Database Accurate Online

mimin ABC kotaraya

Leave a Comment

error: Konten di Lindungi