ABCkotaraya.id
Akuntansi

Pengertian Liabilitas Akuntansi dan Jenisnya pada Bisnis

Promo Accurate Online

Liabilitas dalam akuntasi memang cukup sering di dengar. Istilah ini juga sering muncul dalam pembahasan mengenai bisnis. Lalu sebenarnya apa pengertian liabilitas akuntansi yang sering muncul dalam istilah berbisnis atau akuntansi. Masihkah Anda bingung?

Keberadaan liabilitas memang tidak bisa dipisahkan dalam bisnis. Hampir semua bisnis memiliki liabilitas yang mampu menggerakan kegiatan produksi dan jasa yang dimiliki. Dalam laporan keuangan, istilah liabilitas pun akan sering muncul dan memiliki baris tersendiri.

Jadi sebenarnya apa itu liabilitas? Yuk, kita ulas bersama agar Anda tidak lagi bingung dengan liabilitas.

Pengertian Liabilitas Akuntansi

Dapat dikatakan, liabilitas adalah istilah lain dari kewajiban. Dalam akuntansi kewajiban disebut dengan hutang. Artinya liabilitas adalah kewajiban yang dihitung setara nilai uang dan harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain.

Maksud dari pihak lain, biasanya bisnis berhutang kepada beberapa pihak seperti bank, individu, maupun perusahaan lain. Beberapa perusahaan memang berhutang kepada perusahaan lain, seperti perusahaan supplier bahan baku. Umumnya banyak perusahaan yang berhutang kepada pihak lain untuk menutupi kekurangan yang mereka miliki.

Kewajiban untuk membayar hutang inilah yang dapat disebutkan sebagai liabilitas. Pada praktiknya, memang banyak perusahaan yang harus berhutang untuk menjalankan kegiatan operasional. Mereka tidak melulu berharap dengan modal dan aset yan dimiliki.

Mengutip dari Investopedia, liabilitas merupakan kewajiban perusahaan atau perorangan yang diselesaikan seiring berjalannya waktu dengan memberikan manfaat ekonomi, baik itu berupa uang, barang, dan jasa.

Manfaat ekonomi yang di maksud adalah penghasilan, peningkatan aset, atau kekuatan modal.

Dalam akuntansi, liabilitas berbanding terbalik dengan aset. Hal ini karena liabilitas sangat erat hubungannya dengan pihak luar, sedangkan aset merupakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk menjalankan usahanya.

Selain itu, perubahan liabilitas bisa dianalisis berdasarkan pada persamaan dasar akuntansi, dimana rumus persamaannya adalah :

Aset = Liabilitas + ekuitas (modal)

Baca Juga: Persamaan Dasar Akuntansi :Pengertian, Komponen, dan Manfaat

Sering sekali liabilitas dianggap sebagai beban, padahal keduanya berbeda. Beban merupakan pengeluaran yang dilakukan dalam menjalankan aktivitas bisnis. Sedangkan hutang adalah sesuatu yang wajib di bayar tanpa melihat kondisi bisnis saat ini.

Jenis-Jenis Liabilitas

Secara umum liabilitas selalu muncul pada neraca keuangan di akhir periode. Sehingga mampu mengidentifikasi keuangan perusahaan pada periode tersebut. Selain pengertian liabilitas akuntansi, terdapat beberapa jenis liabilitas dalam bisnis.

Kewajiban Jangka Pendek (Short Term Liability)

Liabilitas pertama bersifat jangka pendek. Seringkali liabilitas ini disebut dengan istilah liabilitas lancar, dimana kewajiban jatuh tempo selama siklus operasi normal kurang dari satu tahun. Beberapa contoh liabilitas lancar adalah:

  1. Utang atau Kewajiban Pajak Penjualan. Liabilitas ini adalah akumulasi pajak penjualan yang diperoleh dari konsumen dan ditahan hingga saat jatuh tempo sebelum di bayarkan perpajakan.
  2. Kewajiban Pajak Penghasilan. Setiap perusahaan biasanya melakukan pemotongan gaji sebagai pajak penghasilan. Potongan tersebut akan dikumpulkan perusahaan, lalu di setorkan kepada negara.
  3. Utang Dagang. Utang yang berasal dari transaksi pembelian barang atau jasa.
  4. Kewajiban tagihan dan akrual. Beban perusahaan yang belum di bayarkan secara tunai
  5. Hutang wesel. Hutang pinjaman berbunga dengan masa tagihan kurang dari satu tahun.

Kewajiban Jangka Panjang (Long Term Liability)

Kewajiban jangka Panjang atau kewajiban tidak lancar adalah kewajiban yang masa pembayaran dilakukan lebih dari satu tahun. Pada umumnya kewajiban jangka Panjang memiliki restriksi atau batasan yang memberikan perlindungan antara peminjam maupun pihak yang dipinjamkan.

Liabilitas jangka Panjang sering sekali digunakan untuk mengembangkan bisnis. Contoh dari liabilitas ini adalah hipotek, hutang obligasi, dan pinjaman dana tunai.

Karakteristik Liabilitas

Pengertian liabilitas akuntansi memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh para pebisnis. Karaktistik tersebut seperti:

  • Keseluruhan pinjaman yang digunakan untuk peningkatan pemasukan bisnis atau perusahaan, baik dari perorangan maupun bank yang perlu dibayarkan pada saat itu juga dalam jangka pendek maupun jangka Panjang.
  • Bentuk kewajiban yang perlu diselesaikan dari pihak lain, seperti pertukaran aset, pemberian layanan, transfer uang tunai, maupun kegiatan lain yang diberikan manfaat ekonomi dalam periode yang telah ditentukan sesuai kesepakatan bisnis.
  • Transaksi atau kejadian bisnis yang terlaksana
  • Tanggung jawab perusahaan kepada pihak lain.

Analisis Liabilitas Bisnis

Liabilitas dalam akuntansi dapat dianalisis berdasarkan dengan metode rasio solvabilitas atau leverage. Analisis ini merupakan analisis yang digunakan oleh perusahaan dalam membayar kewajiban dengan dibandingkan aspek akuntansi lain yakni aset atau modal. Ada dua jenis rasio analisis yang digunakan:

Rasio Hutang Terhadap Aset

Rasio ini digunakan dengan melihat jumlah aset, pada hal ini perlu dilihat jumlah aset harus memiliki kecukupan dalam menutupi semua kewajiban atau liability. Agar kondisi bisnis dalam kondisi yang baik, pastikan persentase keseluruhan hutang tidak lebih dari 50% total aset.

Apabila total aset lebih kecil dari jumlah hutang, sudah dipastikan bisnis tidak akan mampu berjalan dengan baik.

Rasio Hutang Terhadap Modal

Cara kedua Anda perlu melihat atau membandingkan antara kewajiban dan modal yang dimiliki oleh perusahaan. Dimana agar liabilitas berjalan dengan aman, jangan sampai kewajiban lebih besar dari jumlah hutang yang dimiliki.

Baca Juga:  Pengertian Akuntabilitas dalam Akuntansi: Prinsip, Jenis, dan Fungsi

Kesimpulan

Menghitung antara aset dan modal, terhadap liabilitas memang cukup sulit dilakukan jika Anda tidak menggunakan software akuntansi. Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online untuk membantu Anda dalam memahami pengertian liabilitas akuntansi terhadap bisnis yang Anda jalankan saat ini.

Pastikan Anda bisa membuat catatan yang rapi, terstruktur, dan juga terperinci untuk liabilitas yang Anda miliki. Sehingga Anda bisa melakukan dengan mudah dalam memantau posisi keuangan perusahaan. Sekarang Anda bisa menghitung liabilitas dengan software akuntansi Accurate Online. Dapatkan Accurate Online sekarang hanya di ABC Kotaraya.

Rekomendasi Liquid saltnic terbaik 2023

Related posts

4 Perubahan Akuntansi Konvensional Setelah Pandemi

mimin ABC kotaraya

Software Accurate untuk Bisnis Retail

mimin ABC kotaraya

Tujuan Laporan Keuangan, Kenapa Perlu Dimiliki Perusahaan!

mimin ABC kotaraya

Leave a Comment