ABCkotaraya.id
Image default
Akuntansi

Pengertian Harga Pokok Penjualan

Pengertian harga pokok penjualan, dalam membuat laporan keuangan yaitu laba rugi untuk perusahaan dagang terdapat akun harga pokok penjualan. Pengertian harga pokok penjualan adalah semua biaya yang dikeluar.kan untuk mendapatkan barang yang dijual atau harga perolehan dari barang.

Untuk menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan terlebih dahulu unsur-unsur yang berhubungan dengan harga pokok penjualan. Unsur-unsur itu antara lain:

  • Pesediaan awal barang dagangan.
  • Pembelian
  • Biaya angkut pembelian
  • Retur pembelian dan pengurangan harga
  • Potongan pembelian rumus harga pokok penjualan

HPP = Persediaan awal dagang + Pembelian bersih – persediaan akhir 

Hpp = Barang yang tersedia dijual – persediaan akhir

Fungsi harga pokok penjualan yaitu

  1. Sebagai tolak ukur untuk menentukan harga jual
  2. Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan

Apabila harga jual > harga pokok penjualan maka akan memperoleh laba

Apabila harga jual < dari harga pokok penjualan akan rugi

a. Penjualan Bersih

Penjualan bersih yang ada dalam perusahaan dagang sebagai salah satu unsur dari pendapatan perusahaan. untuk mencari penjualan bersih adalah sebagai berikut: Penjualan bersih = penjualan kotor –  retur penjualan – potongan penjualan.

Contoh:

Diketahui penjualan Rp. 50.000.000

Retur penjualan Rp.150.000

Potongan penjualan Rp. 150.000

Hitunglah penjualan bersih

Penjualan bersih = 50.000.000 – 150.000 – 150.000 = 20.000.000.

 

b. Pembelian bersih

Pembelian bersih adalah pembelian barang dagangan yangakan dijual pada pelanggan, pembelian bersih merupakan salah satu unsur dalam menghiung harga pokok penjualan. Untuk menghitung pembelian bersih dapat dirumuskan sebagai berikut : Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut pembelian – retur penjualan – potongan pembelian.

Kesimpulan

Agar lebih mudah dalam menghitung HPP, Anda bisa gunakan software akuntansi yang membantu Anda dalam perhitungan HPP, penjualan bersih, penghitungan stok, pelaporan pajak serta membuat seluruh proses pembukuan denga cepat dan tepat.

Accurate Online adalah salah satu software akuntansi yang di percaya dengan kelengkapan fiturnya, kemudahan penggunaan, dan sudah di percaya lebih dari 300 ribu pengguna di indonesia dan sudah bisa di akses dimana saja dan kapan saja Anda mau.

COBA SEKARANG

Perngertian Harga Pokok Penjualan
Yuk cobain sekarang accurate online

 

PENGERTIAN JURNAL

Pengertian Harga Pokok Penjualan lainya adalah istilah yang digunakan pada akuntansi dan pajak untuk menggambarkan biaya langsung yang timbul dari barang yang diproduksi dan dijual dalam kegiatan bisnis. Sedangkan jurnal adalah buku harian untuk mencatat semua transaksi yang berisi nama bersamaa nilainya ke rekening debet atau kredit.

Dalam perusahaan perlu mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi. Seorang akuntansi perlu mencatatnya dalam sebuah jurnal agar setiap pengeluaran tercatat secara rapi. Dalam jurnal terdapat akun diantaranya sebagai berikut:

  1. Aktiva adalah kekayaan perusahaan yang meliputi aktiva lancar ( kas dan setara kas, piutang, persediaan, dll ), aktiva tetap ( mesin, gedung, tanah ), aktiva tidak berwujud ( hak paten, francise )
  2. Hutang adalah kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan, Hutang meliputi jangka pendek ( hutang yang pelunasannya kurang dari satu tahun ) Hutang tidak lancar ( hutang yang pelunasannya lebih dari satu tahun )
  3. Modal adalah sejumlah uang maupun barang yang disetorkan oleh pemilik perusahaan yang akan digunakan perusahaan untuk menjalankan usahannya.
  4. Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari kegiatan perusahaan misalkan penjualan, penghasilan jasa, defiden, royalti dan pendapatan sewa.
  5. Beban adalah biaya yang dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan satu periode.

 

a. Jurnal Penyesuaian

Yaitu jurnal yang digunakan untuk menyesuaikan saldo-saldo rekening yang ada di Neraca Saldo menjadi saldo yang sebenarnya sampai dengan akhir periode akuntansi, dengan tujuan akan mencerminkan keadaan aktiva, utang, modal, pendapatan, dan biaya yang sebenarnya. Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan data dari neraca saldo. Yang perlu disesuaikan adalah:

  1. Pendapatan yang masih terus diterima ( Piutang Pendapatan ) yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.
  2. Biaya yang masih dibayar ( Utang biaya ), yaitu biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat.
  3. Pendapatan diterima dimuka yaitu pendapatan yang telah diterima namun belum menjadi hak pada periode tersebut.
  4. Beban dibayar dimuka yaitu beban yangsudah dikeluarkan lebih dahulu, namun haknya belum diterima. Misalkan pembayaran asuransi satu tahun ke depan, sewa bayar dimuka.
  5. Piutang tak tertagih digunakan untuk mencadangkan perkiraan sejumlah piutang yang tidak dapat tertagih oleh pelanggan.
  6. Depresiasi aktiva tetap untuk mengalokasikan dana yang dikeluarkan untuk pembeli aktiva tetap yang mengalami pengurangan harga dari tahun ke tahun.
  7. Perlengkapan adalah bahan bahan yang dibeli dengan maksud untuk digunakan dalam opersi perusahaan ( tidak untuk dijual kembali ).

 

b. Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik atau yang sering disebut jurnal penyesuaian kembali adalah jurnal yang biasanya dibuat pada awal periode, dibuat kebalikanya dari jurnal penyesuaian sebelumnya. boleh dilakukan maupun tidak, jadi bersifat opsional. Jika dibuat maka akan memberi manfaat, di periode berikutnya akan lebih praktis pencatatannya. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan pembalikan.

Jurnal penyesuaian yang perlu dibalik adalah:

  1. Pendapatan yang masih harus diterima.
  2. Beban dibayar di muka ( jika diakui sebagai beban )
  3. Beban yang dibayar harus dibayar.
  4. Penghasilan diterima di muka ( jika diakui sebagai pendapatan ).

 

c. Jurnal Koreksi

Jurnal koreksi atau jurnal pembetulan adalah jurnal yang dipergunakan untuk melakukan membetulkan jurnal yang salah dibuat sebelumnya. kesalahan itu bisa karena salah mencatat nominal-nominal (angka rupiah ), salah dalam mencatat akun.

Tujuannya dibuatnya jurnal koreksi dalam penjurnalan agar hasil koreksi tersebut menjadi jurnal yang seharusnya ada dan membatalkan kesalahan penjurnalan sebelumnya. Fungsi jurnal koreksi adalah:

  1. Menetralkan kesalahan.
  2. Mencatat transaksi seperti yang seharusnya.

Jenis kesalahan berdasarkan transaksi dalam penjurnalan antara lain:

  1. Kesalahan dalam jumlah nominal.
  2. Kesalahan dalam memasukan nama akun.
  3. Menjurnal ayat jurnal yag salah.

 

d. Jurnal Penutup

Dalam siklus akuntansi perusahaan dimulai dari pencatatan, posting ke buku besar, membuat neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca lajur dan laporan keuangan. Setelah selesai pembuatan laporan keuangan, siklus akuntansi masih terus berlanjut dengan membuat jurnal penutup.

Jurnal penutup yaitu jurnal yang digunakan untuk menutup semua akun nominal pada akhir periode., dilakukan dengan cara menjurnal akun -akun tersebut pada lawan saldo nominalnya. Atau dengan kata lain jurnal penutup dapat dilakukan dengan maksud untuk mengenolkan saldo akun sementara, sehingga perusahaan dapat mengetahui laba atau rugi usahanya.

 

NERACA SALDO

Setelah kita membahas pengertian harga pokok dan jurnal, maka sekarang kita bahas mengenai neraca saldo adalah buku yang berisi masing-masing akun yang telah dibuat dalam buku besar dengan sejumlah uang yang diletakan pada sisi debet dan kredit.

Dengan neraca saldo akan dapat diketahui dengan mudah susunan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, dan beban, beserta, saldo masing-masing akunnya. Fungsinya dari neraca saldo adalah untuk mendeteksi setiap kesalahan penjumlahan yang telah terjadi dalam pembukuan yang ada dalam isi debet dan kredit.

 

NERACA LAJUR

Neraca lajur adalah suatu kertas yang berkolom – kolom digunakan untuk mengumpulkan akun – akun dari transaksi perusahaan, untuk keperluan menyusun laporan keuangan. Kertas kerja ini hanya digunakan untuk mempermudah dalam pembuatan laporan keuangan.

Neraca lajur bukan laporan keuangan dan hanya untuk mempermudah dalam pembuatan laporan keuangan saja, maka neraca lajur tidak perlu dipublikasikan pada pihak luar. Tujuan pembuatan neraca lajur adalah:

  1. Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.
  2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan jurnal penyesuaian.
  3. Mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.

 

NERACA SALDO PENUTUP

Neraca saldo setelah penutupan adalah neraca saldo yang dibuat setelah akun nominal atau akun sementara ditutup atau saldonya di nol kan, dengan cara membuat jurnal penutup. Isi dari neraca saldo setelah penutupan adalah akun-akun ( aktiva, utang, modal ).

Related posts

Pelaku Bisnis Wajib Tahu Apa itu Cashflow dan Bagaimana Menyusunnya

admin

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Konsinyasi

Efi Nofitri

Cara Membuat Laporan Keuangan

Eka

Leave a Comment