ABCkotaraya.id
Image default
Akuntansi

Pelaku Bisnis Wajib Tahu Apa itu Cashflow dan Bagaimana Menyusunnya

Cashflow atau arus kas merupakan bagian penting dalam bisnis. Setiap bisnis harus mampu mengelola cashflow mereka. Meskipun bisnis Anda masih sekelas UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bukan berarti harus mengabaikan keberadaan pengelolaan cashflow. Apa itu cashflow pada bisnis UMKM.

Kali ini kita akan membahas mengenai cashflow pada bisnis UMKM. Cashflow adalah salah satu komponen vital dalam bisnis. Baik itu bisnis skala kecil, menengah, hingga bisnis besar. Tanpa adanya uang kas, Anda akan sulit melihat keluar masuk uang. Uang kas harus selalu diatur, agar penggunaan tidak salah dan bisa membuat kerugian kepada Anda.

Baca Juga : 8 Softskill Menjadi Pengusaha, Untuk Para Calon Entrepreneur

Apa itu Cashflow

Cashflow adalah salah satu jenis laporan keuangan dari 4 jenis laporan keuangan dalam bisnis. Laporan cashflow akan menyajikan laporan pencatatan uang kas masuk dan uang keluar dari aktivitas bisnis yang dilakukan.

Aktivitas bisnis yang tertulis dalam laporan cashflow terdiri dari :

Aktivitas Operasi

Merupakan laporan arus kas yang bersumber dari kegiatan operasional bisnis. Bersumber dari pengaruh kas/transaksi dalam penentuan laba bersih. Seperti: penjualan produk dan jasa, pembelian bahan baku, perlengkapan operasional yang kurang dari satu tahun, hutang kepada supplier, dan beban operasional.

Kegiatan Investasi

Laporan arus kas juga harus memasukan aktivitas yang dihasilkan dari penjualan atau pembelian aktiva tetap. Maupun kegiatan nilai dari transaksi kas yang bersumber dari investasi pada aktiva tetap yang dimiliki bisnis.

Aktivitas Pendanaan

Aktivitas pendanaan merupakan aktivitas yang bersumber dari penambahan modal bisnis. Baik itu besumber dari kewajiban jangka panjang dan ekuitas pemilik bisnis.

Pada umumnya, cashflow bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Terutama bagi Anda para pelaku bisnis UMKM.  Semua bisnis tentu melakukan proses cashflow, namun banyak bisnis yang tidak melakukannya dalam cara yang benar.

Dalam bisnis umumnya akan ditemukan dua cashflow, yakni :

Cash inflow

Cash inflow merupakan metode arus kas yang memberikan keuntungan kas bagi bisnis yang Anda jalankan. Cash inflow diperoleh dari :

  • Penerimaan pendapatan lain atau sewa
  • Hasil investasi dari pemilik modal
  • Pinjaman atau hutang dari Bank atau pihak lain
  • Penagihan Piutang
  • Penjualan aktiva tetap

Cash Outflow

Jenis cashflow selanjutnya cash outflow. Cash outflow adalah kas yang dikeluarkan oleh bisnis untuk menunjang kegiatan operasional usaha, seperti :

  • Pembayaran sewa, pajak, dividen, dan pengeluaran lainnya
  • Pembelian aktiva tetap
  • Pembayaran hutang
  • Gaji karyawan dan pembelian bahan baku
  • Pengeluaran administrasi dan umum

Cara Menyusun Laporan Cashflow

Cashflow
Source : http://blog.abssasia.com/

Setelah Anda memahami pengertiannya, beserta sumber dan jenis cashflow. Sekarang akan dibahas bagaimana menyusun laporan cashflow. Tentunya cashflow pada bisnis UMKM sangatlah berguna untuk manajemen keuangan UMKM Anda ke depan. Berikut langkah menyusun cashflow:

Menghitung Kenaikan atau Penurunan Kas

Hitunglah kenaikan dan penurunan kas bisnis Anda. Anda bisa melihat berdasarkan neraca pada akun kas. Selain itu, Anda juga bisa menghitung kenaikan dan penurunan laporan kas dengan mengambil data dari buku kas bank dan buku kas kecil.

Menghitung dan Melaporkan kas dari Berbagai Aktivitas

Tahap selanjutnya dalam menyusun laporan arus kas adalah dengan menghitung dan melaporkan kas bersih dari berbagai aktivitas perusahaan seperti yang telah disebutkan diatas. Jumlahkan dan buatkan laporan kas bersih dari berbagai aktivitas. Seperti aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan. Lalu jumlahkan kas bersih dari semua aktivitas.

Baca Juga : 5 Laporan Keuangan yang Harus Disiapkan Untuk Evaluasi Akhir Tahun

Siapkan Laporan Laba Rugi

Setelah itu Anda bisa melihat posisi keuangan perusahaan berdasarkan data dari laporan laba rugi. Dengan melakukan penyesuaian laba rugi Anda akan menemukan arus kas dari aktivitas operasional perusahaan.

Jika ketiga tahapan tersebut sudah Anda lakukan, maka penyusunan laporan cashflow bisa dilakukan. Laporan arus kas terdiri dari dua macam, yakni arus kas langsung dan arus kas tidak langsung:

Arus Kas Langsung

Arus kas langsung adalah metode yang digunakan dalam membuat arus kas dengan mengelompokan kegiatan operasi menjadi beberapa kategori dengan akun-akun yang berbeda. Seperti akun beban, keuntungan dan kerugian, utang dan sebagainya. Sehingga metode ini lebih mudah dimengerti dan dapat memberikan informasi lengkap dalam pengambilan setiap keputusan.

Arus Kas Tidak Langsung

Arus kas tidak langsung akan memusatkan perhatian pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersumber dari aktivitas operasi. Metode ini akan memperlihatkan hubungan antara laporan keuangan laba rugi, neraca, dan arus kas. Biasanya datanya sudah tersedia, metode arus kas tidak langsung dianggap lebih mudah dibandingkan dengan metode langsung.

Buat Laporan Arus Kas Lebih Mudah Dengan Accurate

Dengan adanya laporan cashflow, para pemilik bisnis atau investor akan lebih mudah dalam memantau perkembangan bisnis mereka. Dengan begitu, pemilik bisnis dan investor akan lebih mudah dalam menentukan strategi dan pengambilan keputusan untuk tahun-tahun berikutnya.

Agar Anda bisa lebih mudah dalam membuat laporan cashflow, Anda bisa menggunakan software akuntansi Accurate. Software Accurate sangat cocok digunakan oleh berbagai jenis bisnis dan industri. Memiliki fitur akuntansi lengkap dan bisa mempercepat Anda dalam menyusun laporan cashflow dibandingkan harus melakukannya secara manual.

Nah, itulah pentingnya mengetahui mengenai apa itu cashflow pada bisnis UMKM. Sebagai pemilik usaha, cashflow akan menunjukan seberapa sehat dan baiknya usaha Anda.

Related posts

Duh, 7 Kelemahan Microsoft Excel untuk Pembukuan Bisnis

mimin ABC kotaraya

Software Akuntansi Bisnis Multifungsi Terbaik

Anggi

Cara Membuat Laporan Keuangan

Eka

Leave a Comment