ABCkotaraya.id
Image default
Bisnis

Strategi Membangkitkan Ekonomi Bali Dengan Automasi Keuangan Bisnis

Pariwisata merupakan lokomotif ekonomi Bali. Pandemi membawa ekonomi Bali terpuruk dengan situasi yang terus tertekan selama kurang lebih 10 bulan terakhir. 2021 menjadi momen bagi Bali untuk kembali bangkit. Bagaimana membangkitkan ekonomi Bali dari keterpurukan Pandemi Covid-19?

Pertumbuhan ekonomi Bali di kuartal III 2020 mengalami minus. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bali terkoreksi 12,28% selama kuartal III secara tahunan. Hal tersebut tentu sangat besar bagi ekonomi Bali yang benar-benar berasal dari pariwisata.

Di triwulan IV 2019, ekonomi Bali tercatat tumbuh sekitar 5,51% padahal di periode yang sama di tahun 2018 tumbuh 7,59%. Di 2020 tentu angka tersebut tergerus sangat tajam. Memang data pasti dari BPS atau Pemerintah setempat belum ada di tahun 2020.

Artikel terkait : Membangkitkan UMKM Yogyakarta Di Tengah Pandemi

Namun terlihat dari lesunya aktivitas di Bali dan juga tidak begitu banyak wisatawan datang ke Bali memastikan bahwa ekonomi disana tidak berjalan dengan baik. Bahkan gerai Mcdonald di Kuta akhirnya tutup pada September 2020. Diperkirakan hal tersebut imbas dari menurunnya angka wisatawan yang berkunjung.

Ekonomi Bali Terjun Bebas

Membangkitkan ekonomi Bali, berarti membangkitkan pariwisata di daerah tersebut. Bali menjadi destinasi unggulan Indonesia, bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kunjungan wisatawan mancanegara di Bali pada 2019 sekitar 6,3 juta orang.

Di pastikan angka tersebut terjun bebas di 2020. Bali masih menjadi pilihan destinasi favorit untuk berwisata. Biasanya pantai-pantai di Bali selalu tampak ramai oleh wisatawan, namun sejak Maret 2020 banyak pantai yang terlihat sepi pengunjung.

Saat awal Covid-19 di Maret 2020, okupansi keterisian kamar hotel mencapai 0% alias kosong sama sekali. Seorang pengusaha pariwisata Bali berujar, lebih dari Rp 10 milliar uang tabungannya sudah dikeluarkan demi menjaga denyut usaha hotel dan restoran selama sepuluh bulan terakhir.

Meskipun sepi wisatawan, ia tidak menutup operasional hotel dan restoran agar karyawan tetap bekerja. Penurunan aktivitas pariwisata di Bali tentu berdampak terhadap ratusan ribu orang pekerja di sektor hotel atau restoran serta jasa kepariwisataan lainnya.

Hal ini pastinya akan mempengaruhi konsumsi rumah tangga masyarakat Bali. Di saat para pekerja tidak memiliki pemasukan seperti biasanya, mereka pun akan menjaga uang mereka dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Pukulan pertama Bali ketika Pemerintah meminta penutupan langsung penerbangan dari China ke Bali pada 5 Februari 2020. Meskipun saat itu Pemerintah Bali menyatakan bahwa Pulau Dewata masih aman dari Covid-19.

Penutupan penerbangan tersebut sangat memukul Bali. Karena Bali menjadi tujuan favorit wisatawan asal China. Selama 2019 saja Bali menerima setidaknya 1.186.057 wisatawan China. Pariwisata Bali akhirnya sepi, setelah keluarnya Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peraturan tersebut untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Covid-19.

Membangkitkan Ekonomi Bali

Membangkitkan Ekonomi Bali
Source: Merdeka.com

Kondisi ekonomi Bali yang sudah terpuruk cukup lama, membuat Pemerintah daerah setempat membuat kebijakan untuk membuka kembali pariwisata Bali dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Langkah ini diambil untuk membangkitkan perekonomian yang sudah terdampak.

Karena tidak hanya sektor pariwisata besar yang mengalami dampak dari pandemi. Tetapi para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) juga ikut terdampak. Apa lagi Bali banyak industri ekonomi kreatif di Bali yang mati suri akibat Covid-19.

Akhirnya, Pemerintah Bali membuka akses wisatawan domestik untuk datang ke Bali pada 31 Juli 2020. Secercah harapan dari para pelaku ekonomi Bali dengan di bukanya kembali Pulau Dewata. Meskipun sudah di buka, tetapi kondisi ekonomi di Pulau Dewata belum begitu bangkit dari keterpurukan.

Demi membangkitkan ekonomi, Pemerintah pusat dan daerah pun meminta masyarakat berwisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Saat ini, hampir di seluruh tempat wisata telah disediakan tempat untuk cuci tangan dan hand sanitizer.

Terlebih Pemerintah telah memperketat kedatangan wisatawan yang menggunakan pesawat. Dengan mewajibkan mereka membawa hasil tes PCR dua hari sebelum keberangkatan. Langkah ini diambil untuk menghindari meluasnya penyebaran virus Covid-19.

Meskipun Pemerintah telah membuka kembali pariwisata ke Bali, tetapi beberapa lokasi-lokasi yang cukup banyak UMKM masih menutup toko mereka di awal Desember 2020. Banyak toko sepanjang jalan Kuta yang masih menutup diri. Meskipun sudah ada beberapa restoran yang di buka untuk melayani wisatawan yang datang.

Desember biasanya menjadi bulan liburan yang mengundang wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Tetapi hal tersebut tidak terlihat di Desember 2020 kemarin.

Penutup

Kita tidak tahu hingga kapan kondisi ini akan berlangsung. Apa lagi, mulai 11-25 Januari 2021, Pemerintah memperketat pergerakan masyarakat di Jawa-Bali. Hal ini akan merespon kembali ekonomi dan pariwisata di Bali. Demi menjaga hal tersebut, pelaku usaha di Bali harus berputar otak dan memiliki strategi keuangan yang tepat. Demi menjaga cashflow bisnis dengan baik

Salah satu caranya dengan memanfaatkan software akuntansi berbasis cloud, seperti Accurate Online. Anda tidak perlu lagi pergi ke kantor atau toko untuk mengecek setiap transaksi dan bisa melakukan aktivitas usaha dari rumah. Accurate Online bisa Anda akses dimana saja dan kapan saja asalkan terhubung dengan koneksi internet yang memadai.

Selain kemudahan dalam melihat setiap aktivitas keuangan, Accurate Online juga bisa memudahkan Anda dalam pengelolaan keuangan bisnis menjadi lebih efisien dan optimal. Sebagai pemilik bisnis bisa melakukan pencatatan keuangan lebih mudah, akurat, dan tepat.

Related posts

Ingin Punya Bisnis Online? Berikut 5 Ide Bisnis Online Menjanjikan Anda

Fattah Miyaz

Gak Perlu Sirik! 7 Cara Menciptakan Peluang Bisnis yang Kreatif

yani

Software Akuntansi Bisnis Multifungsi Terbaik

Anggi

Leave a Comment