ABCkotaraya.id
Image default
Bisnis

3 Strategi Bisnis Pelaku Pariwisata Indonesia Tetap Bergairah Di Tengah Pandemi

Pandemi membuat pelaku pariwisata babak belur. Pariwisata menjadi sektor yang paling terimbas akibat pandemi Covid-19. Dikarenakan menurunnya jumlah wisatawan yang datang ke daerah-daerah wisata. Membuat beberapa daerah yang menggandalkan pariwisata sebagai sektor utama perekonomian harus gigit jari. Berbagai strategi bisnis pelaku pariwisata telah dilakukan agar ekonomi tetap berjalan.

Sepuluh bulan sudah pandemi Covid-19 di Indonesia berlalu. Selama itu, ada beberapa sektor yang harus kehilangan keuntungan hingga bangkrut karena tidak ada pengunjung. Pariwisata menjadi sektor yang paling awal terdampak pandemi. Hal ini membuat beberapa pengusaha pariwisata kalang kabut hingga melakukan PHK.

Artikel Terkait: Membangkitkan UMKM Yogyakarta Di Tengah Pandemi

Bahkan Yogyakarta dan Bali harus menutup pintu untuk wisatawan. Meskipun pintu tersebut sudah di buka sedikit demi kembali menghidupkan ekonomi di kedua kota tersebut, tetapi hasilnya belum terlihat. Mungkin hal ini tidak akan bertahan lama, apa lagi Pemerintah pusat menetapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) ketat selama 11-25 Januari 2021. Pembatasan tersebut dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19 yang semakin meningkat setiap harinya di Indonesia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah membuat peraturan untuk tidak menerima wisatawan asing masuk Indonesia selama periode 1-14 Januari 2021. Hal ini sangat memukul industri pariwisata, termasuk dua daerah wisata di Indonesia Yogyakarta dan Bali.

Bagaimana Strategi Bisnis Pelaku Pariwisata Indonesia Menghadapi 2021?

Mulai Merangkap Digital

2021 masih di awal. Masih banyak mencoba untuk melakukan perubahan. Meskipun 2020 sempat down, kini waktunya mengambil peran lebih baik lagi. Cobalah untuk merangkap ke dunia digital. Cara ini mungkin hanya bisa dilakukan pelaku pariwisata dari sektor retail, seperti pemilik gerai oleh-oleh, merchandise, dan produk barang jadi lainnya.

Sebenarnya produk-produk yang Anda miliki bisa Anda jual melalui digital. Anda bisa mencoba untuk mencoba berjualan melalui sosial media, marketplace, maupun membuat website khusus sesuai nama brand Anda. Cara seperti ini bisa dikatakan cukup efektif dilakukan oleh para pelaku pariwisata retail dimanapun.

Masyarakat yang tidak bisa bepergian, mereka tetap ingin bisa menikmati oleh-oleh dari daerah wisata. Disinilah peran pemilik gerai oleh-oleh, Anda bisa mencoba membuka toko online untuk menjangkau konsumen Anda di berbagai pelosok dunia.

Dengan membuka diri di dunia digital, Anda berpeluang ditemukan oleh seluruh konsumen dari berbagai belahan bumi. Bukankah itu menarik? Mungkin ini menjadi salah satu strategi bisnis yang bisa Anda lakukan saat ini. Demi tetap bergeraknya operasional usaha Anda ke depannya.

Manfaatkan Turis Dalam Kota

Strategi Bisnis Pelaku Pariwisata
Source: Kumparan.com

Pelaku wisata bukan hanya para pelaku pariwisata di bidang retail. Tetapi ada juga para pemandu wisata, Hotel, dan pemberi layanan jasa wisata serta para pengelola tempat wisata. Para pelayan wisatawan ini banyak juga para pelaku UMKM. Kondisi mereka memang menjadi salah satu yang wajib diperhatikan, sejak pandemi banyak diantara mereka yang tidak memiliki pemasukan.

Buat Anda para pemandu wisata, Hotel dan pemberi layanan jasa wisata, saat ini merupakan masa yang cukup berat. Tetapi bukan berarti Anda harus menyerah. Masih ada banyak cara untuk membangkitkan geliat pariwisata, salah satunya dengan memanfaatkan turis dalam kota.

Siapa saja turis dalam kota ini? Mereka adalah penduduk asli daerah tempat Anda berada. Jika Anda berada di Yogyakarta, Anda bisa memanfaatkan warga Yogyakarta untuk berwisata. Yogyakarta juga dikenal sebagai kota pendidikan, dimana banyak para pelajar dari daerah lain yang belajar di kota ini. Pelaku wisata bisa memanfaatkan mereka.

Sebagai contoh, Anda bisa mencoba mengajak mereka untuk melakukan city tour. Hotel murah yang bisa menjadi daya tarik. Bahkan beberapa Hotel di Jakarta mencoba untuk memberikan harga cukup murah, agar masyarakat sekitar bisa menikmati tidur di hotel meskipun berada di kota yang sama dengan tempat tinggal mereka.

Mungkin banyak juga dari para pelajar yang tidak bisa pulang ke kampung halaman mereka. Tentu mereka juga membutuhkan hiburan dan wisata. Pelaku wisata bisa memanfaatkan kondisi ini untuk mengajak para pelajar berwisata. Setidaknya ini bisa menghidupkan kembali pariwisata yang agak padam di daerah Anda.

Tentu cara tersebut tidak hanya berlaku di Yogyakarta saja, pelaku wisata di daerah manapun bisa mencoba cara-cara tersebut untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata daerah Anda, dengan memanfaatkan peluang dari dalam kota.

Selain itu Anda tetap bisa menerima wisatawan dari luar kota, tapi tetap dengan melakukan protokol kesehatan. Seperti yang dianjurkan oleh Pemerintah pusat dan daerah Anda.

Berikan Paket Wisata Bundling

Gairah masyarakat berwisata saat ini berkurang bukan karena penyebaran virus yang cukup masif. Melainkan karena biaya wisata terhitung cukup mahal. Para wisatawan yang akan bepergian, mereka harus melakukan rapid test antibody, antigen, dan juga PCR yang harganya dapat dikatakan tidak murah. Hal ini membuat masyarakat enggan bepergian, terutama untuk ke luar kota menggunakan pesawat terbang.

Memang sejak awal pandemi, salah satu pelaku pariwisata yang cukup terpukul dari sektor perhotelan. Tingkat keterisian hotel bahkan pernah menyentuh titik 0% alias tidak ada yang menginap sama sekali di awal-awal pandemi. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat hingga November 2020 kerugian industri pariwisata sektor perhotelan dan restoran lebih dari Rp 100 triliun.

Kini, saatnya menyusun strategi bisnis pelaku pariwisata di Indonesia untuk menjawab tantangan di 2021. Meskipun pandemi belum usai, tetapi pelaku wisata harus tetap bertahan. Untuk pelaku pariwisata sektor perhotelan dan layanan jasa pariwisata, mungkin bisa memberikan paket bundling kepada masyarakat yang ingin berwisata.

Strategi Bisnis Pelaku Pariwisata
Source: MediaIndonesia.com

Salah satunya Anda bisa memberikan paket bundling tes Covid-19, baik itu rapid tes antibody, antigen, dan PCR. Semua disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Anda juga bisa bekerja sama dengan pengelola tempat wisata untuk memberikan paket wisata bundling, menginap di hotel dan free tiket masuk tempat wisata. Mungkin dengan cara ini bisa meningkatkan gairah masyarakat untuk tetap berwisata dengan murah.

Anda juga bisa memberikan paket bundling untuk makan di restoran untuk makan siang maupun malam. Atau, setiap wisatawan yang menginap di hotel Anda, harga hotel sudah termasuk oleh-oleh terkenal khas daerah Anda berada. Cara ini bisa dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke daerah Anda.

Artikel Terkait: Strategi Membangkitkan Ekonomi Bali Dengan Automasi Keuangan Bisnis

Penutup

Saat ini sektor pariwisata masih menjadi sektor yang paling berat menghadapi kondisi pandemi. Merekalah yang berimbas langung. Mungkin dengan usulan strategi bisnis pelaku pariwisata di tengah pandemi Covid-19 dari ABC Kota Raya bisa menjadi pilihan para pelaku pariwisata di Indonesia.

Hal terpenting, Anda juga tidak melupakan untuk selalu memantau keuangan bisnis Anda. Cara termudah untuk memantau bisnis menggunakan software akuntansi berbasis cloud seperti software akuntansi Accurate Online. Anda bisa melakukan pembukuan hingga pembuatan laporan keuangan dengan tepat, akurat, dan cepat. Untuk informasi lebih lengkap tentang Accurate Online bisa langsung klik banner dibawah ini.

Related posts

7 Tren Kuliner 2020 untuk Mendulang Untung Super Besar

Fattah Miyaz

Membangun Usaha Warung Kopi yang Menguntungkan

Fattah Miyaz

Peluang Bisnis Waralaba Yang Menjanjikan Untuk Inspirasi Bisnis Anda

Fattah Miyaz

Leave a Comment