ABCkotaraya.id
Image default
Akuntansi

4 Cara Membuat Jurnal Umum untuk Pelaku UMKM

Sebagai pelaku usaha, Anda dituntut untuk mengerti soal akuntansi. Dalam hal dasar proses akuntansi, salah satu hal yang tidak boleh Anda lewatkan adalah mengenai jurnal. Semua tahapan akuntansi akan bermula dari jurnal. Kali ini, kita akan membahas cara membuat jurnal umum untuk pelaku UMKM.

Jurnal merupakan hal penting dalam akuntansi, penggunaan jurnal sangat penting untuk pencatatan rinci setiap transaksi. Meskipun proses pencatatan transaksi, bukan hanya tentang uang masuk dan uang keluar saja. Pembuatan jurnal tidak bisa dilakukan secara asal-asalan, ada tahapan atau cara membuat jurnal dengan tepat dan benar.

Pembuatan jurnal umum harus dilakukan dengan benar, ada kesalahan dalam jurnal tentu akan berpengaruh pada hasil laporan keuangan Anda. Kali ini, ABC Kota Raya akan membantu Anda untuk bisa membuat jurnal umum untuk bisnis UMKM. Tahapan pertama dalam siklus akuntansi yang wajib dipahami oleh setiap pengusaha.

Cara Membuat Jurnal Umum

Pahami Persamaan Dasar Akuntansi

Ketika Anda akan membuat jurnal umum, ada satu hal yang harus Anda pahami dalam akuntansi. Yakni, persamaan dasar akuntansi. Umumnya pengusaha akan mengatur keuangan bisnis dengan pembukuan sederhana. Pembukuan akan lebih mudah dibuat, ketika Anda memang mengerti konsep dasar persamaan akuntansi. Dengan begitu, Anda bisa memahami pengaruh setiap transaksi terhadap bisnis.

Persamaan dasar akuntansi yaitu : Aset = Hutang + Modal. Kemudian harus di luaskan menjadi Aset = Hutang + Modal +(Pendapatan-Beban).

Ini akan mempengaruhi pada kelompok akun yang akan di catat dalam proses penjurnalan. Jika akun piutang, Anda harus memasukannya dalam kelompok aset dan persediaan.

Ketika Anda menguasai persamaan dasar akuntansi, Anda juga akan berpikir tentang bagaimana memposisikan tentang debit dan kredit. Ini adalah proses dasar dalam akuntansi yang harus Anda pahami dan Anda kuasai. Debit kredit adalah sesuatu yang berbeda, jadi harus dipahami.

Baca Juga : 6 Langkah Sederhana Belajar Akuntansi untuk Pengusaha

Kumpulkan Bukti Transaksi

Kalau untuk  urusan bisnis atau keperluan kantor, jangan pernah menyepelekan kertas bukti transaksi. Baik itu invoice, nota, faktur, kwitansi, dan lain sebagainya. Termasuk kertas parkir saja harus Anda simpan. Kalau sudah berurusan untuk bisnis, jangan pernah mengabaikan bukti pembayaran yang Anda lakukan, meskipun nilainya sangat kecil.

Ketika Anda ingin mencatat semua transaksi pada bisnis, data transaksi bersumber dari transaksi yang Anda lakukan. Bukti transaksi merupakan dasar penting dalam pencatatan akuntansi pada bisnis. Jika tidak ada bukti transaksi, tentu Anda tidak akan bisa mencatatnya dalam jurnal.

Selain itu, bukti transaksi akan menjadi bukti yang bisa dipertanggungjawabkan, ketika adanya masalah dalam laporan keuangan yang Anda lakukan atau staff Anda lakukan. Dengan adanya transaksi, kita bisa memantau bagaimana bisnis memanfaatkan sumber ekonomi yang ada pada mereka.

Sekarang Anda sudah tahu peran bukti transaksi. Untuk kedepannya, jangan sampai mengabaikan bukti transaksi. Setiap transaksi yang berkaitan dengan urusan bisnis dan perusahaan adalah hal penting untuk Anda dan proses akuntansi bisnis Anda.

Identifikasi

Ketika semua proses pencatatan bukti transaksi sudah dilakukan, hal selanjutnya yang tidak boleh Anda lupakan adalah proses identifikasi. Semua transaksi yang terjadi harus Anda identifikasi kembali. Tidak semua transaksi yang ada bisa dicatat dalam jurnal umum, hanya transaksi yang menyebabkan perubahan posisi keuangan dan dapat di nilai dalam satuan moneter.

Oleh karena itu, Anda harus melakukan identifikasi transaksi sebelum melakukan pencatatan pada jurnal umum, sehingga hasil pencatatannya benar. Setelah mengidentifikasi transaksi, tentukanlah pengaruhnya terhadap posisi keuangan bisnis.

Ingat, setiap transaksi akan mempengaruhi dua akun. Untuk itu Anda harus mengetahui persamaan dasar akuntansi Aset = Utang + Modal.

Penjurnalan

Proses cara membuat jurnal umum yang terakhir adalah pencatatan. Maksud dari pencatatan adalah pencatatan transaksi ke dalam jurnal, inilah yang disebut dengan proses penjurnalan. Pada umumnya, penjurnalan melakukan sistem pencatatan yang digunakan dikenal dengan istilah double entry system.

Maksudnya, setiap transaksi yang tercatat akan berdampak pada dua posisi keuangan, yakni debit dan kredit dalam jumlah yang sama. Jika antara debit dan kredit tidak dalam jumlah yang sama, berarti terdapat kesalahan dalam proses pencatatan. Sehingga Anda harus melakukan proses dari awal penjurnalan kembali, untuk memantau dimana letak kesalahan.

Itulah penjelasan mengenai, bagaimana cara membuat jurnal umum, sebagai salah satu tahap awal siklus akuntansi yang harus Anda lakukan. Jika Anda masih merasa kesulitan dalam pembuatan jurnal umum, Anda tidak perlu khawatir. Karena saat ini ada platform akuntansi yang akan memudahkan proses penjurnalan yang Anda lakukan, yakni dengan Software Akuntansi Accurate.

Software akuntansi Accurate akan memudahkan Anda dalam penjurnalan hingga menjadi laporan keuangan yang dibutuhkan. Anda bisa lebih efisien dan mampu meningkatkan produktivitas bisnis menjadi lebih besar dan lebih cepat. Soal keuangan, serahkan ke ahlinya, Software akuntansi Accurate.

Related posts

5 Laporan Keuangan yang Harus Disiapkan Untuk Evaluasi Akhir Tahun

Iskandar

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Konsinyasi

Efi Nofitri

Pelaku Bisnis Wajib Tahu Apa itu Cashflow dan Bagaimana Menyusunnya

Iskandar

Leave a Comment