ABCkotaraya.id
Image default
Bisnis

Adaptasi dan Inovasi, 6 Strategi Bisnis Di 2021 Demi Maksimalkan Pendapatan

Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi pemilik bisnis. Tak peduli apa yang Anda jual, banyak para pengusaha yang mengalami tantangan cukup berat. Sebagian pengusaha harus rela memangkas keuangan perusahaan. Baik itu dari sisi karyawan, operasional, dan marketing. Langkah apa yang harus Anda lakukan untuk menentukan strategi bisnis di 2021 demi mengganti pendapatan yang hilang sepanjang 2020.

2021 dianggap sebagai tahun yang cukup menantang bagi pelaku bisnis. Banyak pelaku bisnis yang bertanya, langkah apa yang harus mereka ambil untuk menghadapi 2021 di tengah ketidakpastian pandemi yang tak kunjung usai.

Baca Juga : Prediksi: Bisnis yang akan Melesat Setelah Pandemi

Menjaga momentum di masa depan menjadi langkah tepat para pebisnis. ABC Kota Raya akan memberikan langkah manis menentukan strategi bisnis di 2021.

Inovasi Strategi Bisnis di 2021

Bersiaplah untuk Menerima Pembayaran Contactless & Debit

Pembayaran Contactless
Source: Freepik.com

Selama 2020, selain pembelanjaan online yang meningkat. Studi yang dilakukan oleh Mastercard, 8 dari 10 konsumen global menggunakan pembayaran contactless. 82% responden di dunia melihat transaksi tanpa bersentuhan menjadi cara yang paling ampuh untuk terhindar penularan virus saat melakukan transaksi.

Pandemi Covid-19 membuat banyak konsumen memilih mengadopsi sistem pembayaran tanpa uang tunai ketika mereka berbelanja. Banyak pelanggan memilih untuk melakukan pembayaran barang dengan metode contactless selama pandemi. Sangat di sayangkan, banyak pelaku bisnis yang tidak memiliki infrastruktur pembayaran tanpa uang tunai.

Jika saat ini bisnis Anda masih menerima uang tunai dan cek tetapi belum melakukan inovasi untuk menuju ke arah contactless, berkomitmenlah untuk mengubahnya di tahun depan. Semakin banyak metode pembayaran, semakin mudah Anda menarik konsumen untuk berbelanja kepada Anda.

Perkuat Supply Chain

Selain kehilangan konsumen, banyak bisnis yang kewalahan dalam mengatasi kelangkaan bahan baku. Terutama ketika pandemi awal, dimana Negara-negara asal menahan produk mereka untuk menjaga ketahanan ekonomi dalam negeri. Selain itu, banyak Negara yang menutup pelabuhan mereka untuk mencegah penularan virus Covid-19 lebih luas.

Semakin parah, ketika masyarakat berduit “menimbun” produk dengan pembelian secara massif saat awal pandemi. Selain itu, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk berbelanja online. Tentu hal ini memukul industri retail di seluruh dunia.

Riset yang dilakukan oleh Capgemini Research Institute, Covid-19 menuntut perusahaan untuk memprioritaskan ketahanan rantai pasokan. Sekitar 66% menyatakan bahwa strategi supply chain mereka harus dirubah secara signifikan untuk menghadapi kondisi di masa depan.

Dimana ada kesadaran pelaku bisnis agar supply chain harus lebih fleksibel dan gesit untuk beradaptasi dalam potensi gangguan bisnis. Ditambah 55% perusahaan di dunia membutuhkan waktu tiga hingga enam bulan dalam mengatasi dampak Covid-19 terhadap supply chain.

Memang kita tidak bisa memprediksi masa depan dengan baik, tetapi menyambut 2021 ada baiknya perusahaan Anda bergerak lebih cepat untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan supply chain dari krisis di masa depan.

Bahkan 66% perusahaan yang di survei mengaku akan berinvestasi dalam meningkatkan pemasok dan basis manufaktur lokal maupun regional. Meskipun meningkatkan supply chain bukanlah waktu yang singkat, tetapi cara ini bisa menjadi awal untuk menentukan strategi bisnis di 2021 bagi para pelaku bisnis.

Baca Kembali Polis Asuransi, Adakah yang Bisa Mengurangi Kerugian

Pemerintah Indonesia sempat memberikan stimulus kepada pelaku usaha. Terutama UMKM yang berdampak langsung dengan pemberian bantuan tunai. Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus keringanan pajak kepada industri di Indonesia.

Pelaku bisnis di Indonesia juga bisa mencoba untuk memanfaatkan polis asuransi yang mereka miliki dalam menutupi beberapa kerugian yang terjadi selama Covid-19 berlangsung. Tapi, Anda harus membacanya kembali untuk mengetahui isi perjanjian dalam polis. Banyak, perusahaan asuransi yang menetapkan bahwa klien dalam sektor bisnis harus mengalami kerugian fisik atau kerusakan properti untuk mengklaim polis mereka.

Saat ini, menjadi waktu yang tepat agar Anda mempelajari polis asuransi kembali. Sebelum memulai bisnis di 2021, Anda bisa melihat pertanggungan Anda dan merenungkan bagaimana agar klaim asuransi Anda bisa dilakukan. Untuk tahun depan, Anda bisa mencoba untuk memperbaiki perjanjian, agar bisa meng-klaim asuransi jika terjadi kejadian diluar batas Anda.

Perbarui Taktik Penjualan

Taktik penjualan
Source : Pexels.com

Sekarang menjadi waktu yang tepat dalam menentukan strategi bisnis di 2021. Saatnya Anda melakukan eksplorasi tentang penyelarasan antara kebutuhan konsumen terhadap sebuah produk. Pandemi Covid-19 mengubah perilaku pembeli, prediksi para analis hal ini akan berlaku jangka panjang.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh JP Morgan mengungkapkan, bahwa dalam 12-24 bulan ke depan, konsumen akan mendapatkan lebih sedikit uang. Banyak orang yang menjadi pengangguran membuat mereka harus lebih baik dalam manajemen keuangan dan lebih sedikit untuk belanja hal konsumtif. JP Morgan juga mengungkapkan banyak konsumen pada akhirnya lebih memilih produk UMKM dibandingkan membeli produk bernilai atau label pribadi.

Baca Juga : Rahasia! 10 Cara Meningkatkan Penjualan dalam Bisnis Apapun

Saat ini waktunya para pelaku bisnis untuk melakukan pembaruan dalam penjualan. Dengan menyesuaikan pada anggaran yang dimiliki oleh konsumen dalam membelanjakan produk. Fokuslah untuk karakteristik kenyamanan, kualitas, dan harga yang lebih terjangkau agar bisa merebut hati pelanggan untuk menggunakan produk Anda.

Pertimbangkan untuk Meluncurkan Layanan yang Melibatkan Pelanggan atau Calon Pelanggan

Meluncurkan sebuah layanan yang melibatkan pelanggan secara langsung bisa menjadi pilihan bagi Anda untuk menentukan strategi bisnis di 2021. Ada banyak jenis layanan yang bisa Anda coba. Sehingga konsumen juga bisa mendapatkan pengalaman berbelanja produk Anda.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh bisnis untuk menjangkau konsumen. Kita bisa menyaksikan bagaimana Pizza Hut harus turun ke jalan demi tetap mempertahankan pendapatan mereka selama Covid-19 saat kebanyakan restoran dan Mall di tutup? Cara tersebut menjadi satu cara terbaik untuk bisnis.

Beberapa brand di Eropa bahkan membuatkan kampanye digital mereka, mengajak pelanggan untuk datang ke toko mereka menggunakan layanan virtual selama pandemi. Mereka membuat layanan terbaik agar tetap terhubung dengan pelanggan. Bagaimana dengan Anda?

Investasi Untuk Pertumbuhan Perusahaan di Masa Depan

Banyak perusahaan yang harus menunda rencana mereka di 2020. Mereka lebih memilih untuk fokus dalam kestabilan perusahaan selama pandemi. Dapat dipahami, jika Anda pun melakukan hal yang sama terhadap perusahaan. Namun, saat Anda memikirkan apa yang akan dilakukan pada 2021, Anda harus melihat investasi apa yang akan membantu perusahaan tumbuh. Jangan mempertahankannya lebih lama lagi.

Data yang berkaitan dengan krisis ekonomi 2008-2009 menunjukan bahwa bisnis yang mampu tumbuh 30% lebih cepat daripada bisnis yang kurang siap untuk menghadapi pasca krisis. Perusahaan yang paling berhasil bereaksi lebih cepat  dan menunjukan lebih banyak fleksibilitas. Para pemimpin pun memahami manfaat kemajuan teknologi dan pentingnya membuat keputusan strategis untuk bisnis pasca krisis.

Baca Juga : Ekspansi dan Investasi : Mana yang harus Didahulukan untuk Bisnis?

Salah satu cara terbaik adalah dengan melakukan investasi di bidang teknologi. Langkah cerdas untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. Meskipun tahun 2020 cukup berat Anda lalui, termasuk membatasi pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting. Tapi sekarang saatnya berpikir bahwa 2021 harus lebih baik lagi dengan lebih fokus pada pemanfaatan teknologi.

Memanfaatkan platform teknologi berbasis cloud menjadi strategi  bisnis di 2021 bisa menjadi tahap awal kemajuan bisnis Anda ke depan. Salah satunya dengan menggunakan platform akuntansi Accurate Online untuk mempertimbangkan bagaimana membuat laporan keuangan secara otomatis, tentunya secara akurat dan menghemat waktu untuk mengurangi tugas secara manual.

Related posts

Yuk coba! 8 Tren Bisnis Rumahan 2020 yang Akan Booming dengan Modal Kecil Keuntungan Menjanjikan

Fattah Miyaz

Bisnis Open Trip: Mendulang Untung Besar dari Usaha ala Zaman Now

Fattah Miyaz

Apa Keuntungan Jualan via Marketplace Dibandingkan Jualan Di Toko Online Sendiri

Fattah Miyaz

Leave a Comment