ABCkotaraya.id
Image default
Life Style

Menjaga Semangat Tim, Ketika Harus Bekerja Di Akhir Tahun

Akhir tahun harusnya menjadi momen berharga bagi para pelaku bisnis dan karyawan untuk berlibur bersama keluarga. Namun, tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah memangkas cuti akhir tahun. Artinya, tidak ada libur panjang akhir tahun ini. Bagaimana menjaga semangat tim agar tetap berenergi bekerja di akhir tahun menjadi pertanyaan besar para pelaku bisnis dimanapun.

Libur akhir tahun harusnya menjadi momen berharga bagi sebagian besar masyarakat. Perusahaan memberikan libur cukup panjang, agar masyarakat bisa menikmati pergantian tahun bersama dengan keluarga. Tetapi, kali ini mereka harus tetap bekerja.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 28, 29, 30 Desember 2020 sebagai cuti bersama. Tetapi di awal Desember 2020, Pemerintah membatalkan cuti bersama akhir tahun, karena angka positif Covid-19 masih cukup tinggi.

Beberapa perusahaan tetap memberikan karyawannya untuk menikmati libur panjang akhir tahun. Sebagian lagi, meminta karyawan untuk bekerja seperti biasa di akhir tahun, baik itu karyawan yang bekerja secara WFO (work from office) maupun karyawan WFH (work from home). Tugas berat bagi para pelaku usaha, bagaimana mereka bisa menjaga semangat tim, meskipun harus bekerja di akhir tahun.

Apa lagi 2020 berakhir dan 2021 terasa tidak pasti dengan keadaan bekerja, pembelajaran anak-anak, hingga kepastian kondisi ekonomi yang bisa menganggu stabilitas keuangan perusahaan terganggu. Kali ini, ABC Kota Raya akan membantu Anda para pemilik bisnis membantu tim Anda untuk meng-charge menyambut 2021 dengan semangat dan siap menghadapi tantangan baru di tahun depan.

Baca Juga : 7 Langkah Mudah Mengontrol Karyawan Saat WFH Bagi Pemilik Usaha

Mendorong Kesehatan dan Kebugaran Selama Akhir Tahun

Sebagai pelaku bisnis, Anda tidak bisa meminta karyawan untuk tetap menjalankan rutinitas pekerjaan tanpa memikirkan kesehatan. Praktik dan berbagai kebijakan yang telah dibuat sejak awal tahun terhadap para karyawan mungkin membuat mereka lebih lelah dalam bekerja.

Transisi kerja jarak jauh, dan kolaborasi secara virtual menjadi penyebab banyak karyawan merasa stress dengan kondisi sekarang. Bekerja di rumah memang harus dilakukan perusahaan agar karyawan tetap produktif dan bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik.

Di satu sisi, karyawan saat bekerja di rumah, mereka tidak hanya fokus dalam mengurus pekerjaan kantor saja. Tetapi mereka juga memiliki tanggung jawab lain kepada anggota keluarga lainnya. Seperti membantu anak dalam menggunakan teknologi pembelajaran sekolah secara virtual.

Tentu membuat karyawan kelelahan. Mereka harus memikul dua tanggung jawab sekaligus di rumah. Cenderung akan membuat para karyawan stress dan menganggu produktivitas mereka dalam bekerja.

Sebagai seorang pemimpin, Anda bisa menyesuaikan kondisi ini secara fleksibel dan bermurah hati kepada karyawan. Teruntuk, karyawan yang telah memiliki anak. Agar ia bisa tetap produktif saat bekerja dan tetap bisa membantu anak mereka dalam bersekolah.

Anda juga bisa memberikan batas waktu pekerjaan di akhir tahun. Misal, semua email dan pekerjaan harus selesai di sore hari, pukul 17.00 atau 18.00. Setelah itu, mintalah agar tim tidak melakukan pekerjaan apapun.

Meskipun ini hal kecil, tetapi sangat berarti bagi para karyawan. Mereka akan merasa di istimewakan oleh pemimpin. Anda bisa mengajak olahraga sederhana bersama secara virtual. Mungkin dengan melakukan senam atau yoga di awal bekerja. Cara ini untuk merelaksasikan pikiran dan tubuh karyawan Anda.

Jadikanlah kesehatan sebagai prioritas utama untuk tim. Katakan, bahwa semangat mereka akan membantu perusahaan lebih mudah menghadapi goncangan ekonomi selama pandemi. Pengusaha yang mampu melakukan ini akan mendapatkan manfaat luar biasa dari para karyawan. Mereka pun akan berkomitmen dan produktif saat tahun baru nanti. Mudah bukan menjaga semangat tim Anda?

Melindungi Waktu dan Tenaga

Sebuah penelitian menunjukan bahwa prioritas generasi millennial akan berubah secara signifikan. Pada 2021, kemungkinan besar karyawan millennial akan mengharapkan pekerjaan secara hybrid antara bekerja di kantor dan bekerja di rumah. Mereka sangat mengidamkan untuk bisa bekerja secara fleksibel.

Sebagai pemimpin dalam perusahaan dan juga agar Anda tetap bisa menjaga semangat tim, cobalah ajak tim Anda untuk berdiskusi mengenai rencana kerja di tahun berikutnya selama mereka bekerja di akhir tahun. Apakah karyawan lebih condong untuk bekerja secara WFH atau WFO.

Dengan mendengarkan keluhan dari setiap anggota tim, Anda dapat memecahkan masalah bersama untuk menyambut tahun baru dan menerima kehidupan kerja baru di tahun depan. Tanyakan juga apa kendala mereka, baik itu kendala ketika bekerja di kantor maupun saat mereka harus bekerja di rumah.

Berikanlah beberapa fasilitas perusahaan yang bisa membantu tim Anda tetap semangat dan juga tetap menjaga produktivitas mereka dalam bekerja, meskipun tim Anda harus menikmati pekerjaan di akhir tahun.

Terakhir, jadikan kesempatan akhir tahun selama bekerja untuk bercermin bersama tim. Evaluasi bisa dilakukan, mulai dari produktivitas karyawan, kehidupan saat bekerja di rumah, evaluasi kinerja masing-masing, dan semua hal berkaitan dengan pekerjaan.

Baca Juga : Mengelola Komponen Upah di Fitur Karyawan Accurate Online!

Anda juga bisa membagikan kondisi perusahaan selama pandemi kepada karyawan. Keterbukaan akan membuat karyawan lebih respect kepada perusahaan. Jika perusahaan masih bertahan, katakanlah apa yang membuat perusahaan tetap bertahan. Jika masih ada yang kurang, katakanlah dan mintalah tim Anda untuk bisa memberikan yang terbaik di tahun depan.

Penutup

Cara tersebut mungkin bisa menjaga semangat tim dalam bekerja bersama. Sehingga mereka bisa memberikan masukan-masukan yang mungkin belum pernah Anda pikirkan sebelumnya. Meskipun terlihat sederhana, tetapi hal ini mungkin tidak mudah. Banyak pemimpin yang jarang mau terjun langsung mendengar tim di bawah. Para pemimpin lebih memilih untuk meminta para manager untuk mendengar keluhan langsung staff.

Mungkin hasilnya berbeda, ketika Anda sendiri yang turun langsung untuk bertanya kepada karyawan. Baik itu langsung atau melalui virtual selama bekerja di akhir tahun.  Dukung dan selalu dorong keinginan karyawan. Berikan motivasi kepada karyawan yang bekerja selama akhir tahun.

Related posts

Hal-hal Kecil Yang Berpengaruh Besar Dalam Hidup

Safina

Meski Sering Diremehkan, 5 Disabilitas Ini Berhasil Menjadi Pengusaha Sukses

Fattah Miyaz

8 Softskill Menjadi Pengusaha, Untuk Para Calon Entrepreneur

Fattah Miyaz

Leave a Comment