ABCkotaraya.id
Accurate OnlineTutorial

Penyebab Selisih Nilai Penerimaan Barang dan Faktur Pembelian karena Satuan Kedua dan Diskon

Promo Accurate Online

Dalam proses pencatatan pembelian, transaksi Penerimaan Barang biasanya dapat dilanjutkan menjadi Faktur Pembelian. Namun, pada kondisi tertentu, pengguna dapat menemukan adanya selisih nilai antara Penerimaan Barang dan Faktur Pembelian, terutama pada jurnal yang terbentuk.

Selisih tersebut dapat terlihat dalam jumlah yang sangat kecil, misalnya berupa nilai desimal seperti Rp0,0496 atau Rp0,244. Kondisi ini dapat terjadi ketika transaksi menggunakan satuan kedua barang atau terdapat diskon faktur dengan nilai yang menghasilkan angka desimal pada proses perhitungan.

Pada accurate online, jumlah desimal yang dapat disajikan dalam proses perhitungan adalah hingga 6 desimal. Oleh karena itu, nilai yang tidak menghasilkan angka genap pada setiap tahap perhitungan dapat mengalami pembulatan.

Berikut penjelasan mengenai penyebab selisih tersebut.

Selisih Penerimaan Barang dan Faktur Pembelian

Selisih nilai pada jurnal Faktur Pembelian tidak selalu menunjukkan adanya kesalahan input transaksi. Dalam kondisi tertentu, selisih dapat muncul akibat proses pembulatan ketika sistem menghitung nilai transaksi menggunakan satuan kedua dan diskon faktur.

Perhitungan pada Penerimaan Barang dan Faktur Pembelian dapat menghasilkan angka desimal yang berbeda pada tahapan tertentu. Karena sistem menyajikan maksimal enam angka di belakang koma, angka yang melebihi batas tersebut akan mengalami pembulatan.

Penggunaan Satuan Kedua Barang

Satuan kedua merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan hasil perhitungan memiliki nilai desimal. Ketika barang menggunakan konversi satuan, sistem perlu melakukan perhitungan berdasarkan satuan yang digunakan pada transaksi.

Jika hasil konversi tersebut menghasilkan angka yang tidak genap, maka nilai yang digunakan dalam proses selanjutnya dapat mengalami pembulatan.

Diskon Faktur

Selain satuan kedua, diskon faktur juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan adanya selisih nilai.

Ketika nilai diskon tidak menghasilkan angka yang tepat pada proses pembagian atau perhitungan per satuan, hasil perhitungan dapat memiliki beberapa angka desimal. Nilai tersebut kemudian dibulatkan sesuai dengan batas desimal yang dapat disajikan oleh sistem.

Ilustrasi 1: Menggunakan Satuan Kedua

Sebagai contoh, perusahaan melakukan transaksi Penerimaan Barang dari Pemasok A.

Detail transaksi:

  • Barang: Barang A
  • Kuantitas: 200 Lembar
  • Harga: Rp12.000 per Lembar
  • Transaksi menggunakan satuan kedua
  • Penerimaan Barang kemudian diproses menjadi Faktur Pembelian

Pada saat Penerimaan Barang diproses menjadi Faktur Pembelian, dapat muncul nilai selisih tertentu pada jurnal yang terbentuk.

Mengapa Selisih Bisa Muncul?

Ketika sistem melakukan perhitungan menggunakan satuan kedua, terdapat proses konversi dan perhitungan nilai berdasarkan satuan tersebut.

Apabila hasil perhitungan menghasilkan angka desimal yang lebih panjang dari enam angka di belakang koma, sistem akan melakukan pembulatan.

Akibat pembulatan tersebut, nilai pada jurnal Faktur Pembelian dapat menunjukkan selisih kecil dibandingkan nilai yang terdapat pada Penerimaan Barang.

Selisih ini bukan berarti nilai transaksi utama salah, melainkan merupakan hasil dari pembulatan angka pada proses perhitungan.

Ilustrasi 2: Satuan Kedua dan Diskon Faktur

Selisih juga dapat terjadi ketika transaksi menggunakan satuan kedua sekaligus memiliki diskon faktur.

Sebagai ilustrasi, perusahaan melakukan Penerimaan Barang dari Pemasok A dengan rincian:

  • Barang: Barang A
  • Kuantitas: 200 Lembar
  • Harga: Rp12.000 per Lembar
  • Menggunakan satuan kedua
  • Diskon faktur: Rp3.499.200

Transaksi Penerimaan Barang tersebut kemudian diproses menjadi Faktur Pembelian.

Pada jurnal Faktur Pembelian, dapat muncul selisih nilai tertentu sebagai akibat dari perhitungan dan pembulatan.

Pengaruh Diskon terhadap Perhitungan

Nilai diskon sebesar Rp3.499.200 perlu diperhitungkan dalam proses pembentukan nilai transaksi. Ketika nilai tersebut dibagi atau dialokasikan ke barang berdasarkan satuan yang digunakan, hasil perhitungannya dapat menghasilkan angka desimal.

Jika angka desimal yang dihasilkan melebihi enam angka di belakang koma, sistem akan membulatkan nilai tersebut.

Akibatnya, dapat muncul selisih kecil pada jurnal Faktur Pembelian, seperti ilustrasi nilai Rp0,0496 atau Rp0,244.

Mengapa Hanya Enam Angka Desimal?

Pembulatan dalam Perhitungan Accurate Online

Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah batas jumlah desimal dalam perhitungan. Pada Accurate Online, jumlah desimal yang dapat disajikan adalah maksimal 6 desimal.

Artinya, apabila suatu perhitungan menghasilkan angka yang memiliki lebih dari enam angka di belakang koma, sistem akan melakukan pembulatan.

Sebagai gambaran sederhana, apabila hasil perhitungan sebenarnya menghasilkan angka:

1,123456789

maka angka tersebut perlu dibulatkan menjadi nilai dengan maksimal enam desimal, yaitu:

1,123457

Proses pembulatan seperti inilah yang dapat menyebabkan perbedaan nilai yang sangat kecil pada hasil jurnal.

Apakah Selisih Dipengaruhi Pembatasan Pembelian?

Tidak Berkaitan dengan Pengaturan Pembatasan Pembelian

Selisih nilai yang muncul pada jurnal akibat satuan kedua dan diskon faktur tidak dipengaruhi oleh pengaturan pembatasan pembelian.

Dengan demikian, pengguna tidak perlu mengubah pengaturan pembatasan pembelian pada:

Pengaturan | Preferensi | Pembelian

untuk mengatasi selisih tersebut.

Selisih terjadi karena mekanisme perhitungan dan pembulatan nilai desimal, bukan karena adanya pengaturan pembatasan pembelian.

Cara Memahami Nilai Selisih pada Jurnal

Selisih Rp0,0496

Pada ilustrasi transaksi menggunakan satuan kedua, dapat ditemukan selisih sebesar Rp0,0496 pada jurnal Faktur Pembelian.

Nilai tersebut merupakan hasil dari perbedaan perhitungan setelah sistem melakukan konversi satuan dan pembulatan hingga enam angka desimal.

Selisih Rp0,244

Sementara itu, pada ilustrasi yang menggunakan satuan kedua sekaligus diskon faktur sebesar Rp3.499.200, dapat muncul selisih sebesar Rp0,244.

Nilai ini juga berasal dari proses perhitungan dan pembulatan angka desimal pada transaksi.

Dengan memahami proses tersebut, pengguna dapat mengetahui bahwa selisih kecil pada jurnal merupakan konsekuensi dari pembulatan perhitungan, bukan kesalahan pada pencatatan transaksi.

Kesimpulan

Selisih nilai antara Penerimaan Barang dan Faktur Pembelian dapat terjadi ketika transaksi menggunakan satuan kedua atau memiliki diskon faktur yang menghasilkan nilai desimal tidak genap.

Pada Accurate Online, perhitungan dapat disajikan hingga maksimal 6 angka desimal. Apabila hasil perhitungan melebihi batas tersebut, sistem akan melakukan pembulatan. Proses inilah yang dapat menghasilkan selisih kecil pada jurnal Faktur Pembelian, seperti Rp0,0496 atau Rp0,244.

Selisih tersebut tidak dipengaruhi oleh pengaturan pembatasan pembelian pada menu Pengaturan | Preferensi | Pembelian. Oleh karena itu, pengguna tidak perlu mengubah pengaturan tersebut hanya untuk mengatasi selisih yang berasal dari pembulatan.

Dapatkan Bantuan Penggunaan Accurate

ABCKOTARAYA merupakan official partner dari software Accurate, termasuk accurate lite dan accurate pos. ABCKOTARAYA memiliki tim sales profesional yang memahami berbagai fitur software Accurate dan dapat membantu memberikan informasi sesuai kebutuhan bisnis.

ABCKOTARAYA juga menyediakan demo produk untuk pengenalan fitur, diskusi pre-sales terkait case yang dapat diterapkan di Accurate, serta FREE trial produk Accurate.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Abckotaraya.id atau hubungi WhatsApp 0851 0199 6526.

Promo Accurate Online

Nikmati sensasi rasa unik Emkay Frizz Happy Sour! Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki liquid vape terbaik, pesan sekarang di emkay.id atau vape store terdekat!

Related posts

Cara Menghitung Rasio Lancar pada Laporan Fokus Keuangan di Accurate Online

ABC Kotaraya

Pencatatan Pengeluaran dengan Accurate POS: Praktis dan Efektif

Djamz Agung

Cara Memisahkan Barang Kena Pajak dan Tidak Kena Pajak di Struk Accurate POS

ABC Kotaraya

Leave a Comment