Dalam proses pencatatan keuangan, nilai piutang pada Laporan Neraca terkadang berbeda dengan nilai yang tercantum pada Laporan Buku Besar Pembantu Piutang. Selisih ini perlu ditelusuri agar laporan keuangan menyajikan informasi yang akurat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pada sistem Accurate Online, perbedaan nilai piutang dapat disebabkan oleh pengaturan parameter laporan, sisa uang muka penjualan, pemetaan akun, hingga transaksi jurnal umum yang menggunakan tipe akun tertentu.
Artikel ini membahas empat penyebab selisih nilai piutang beserta langkah pengecekan dan contoh perhitungannya.
Penyebab Selisih Nilai Piutang pada Laporan Neraca dan Buku Besar Pembantu Piutang
Sebelum melakukan penyesuaian, penting untuk mengetahui penyebab perbedaan saldo. Berikut empat hal yang perlu diperiksa.
1. Parameter Laporan Buku Besar Pembantu Piutang Tidak Sesuai
Laporan Buku Besar Pembantu Piutang hanya menampilkan nilai piutang yang memiliki transaksi sesuai dengan parameter tanggal yang ditentukan. Jika opsi “Tampilkan hanya data yang memiliki transaksi” masih dicentang, saldo pelanggan yang tidak memiliki transaksi pada periode tersebut mungkin tidak ditampilkan.
Untuk mengatasinya, lakukan langkah berikut:
-
Buka Laporan Buku Besar Pembantu Piutang.
-
Periksa parameter laporan dan hilangkan centang pada opsi “Tampilkan hanya data yang memiliki transaksi”.
-
Alternatifnya, atur periode laporan mulai dari tanggal awal database hingga tanggal pemeriksaan.
-
Periksa kembali nilai saldo piutang yang ditampilkan.
Tanggal awal database dapat diketahui melalui menu Pengaturan | Preferensi | Perusahaan, pada tab Info Perusahaan.
2. Terdapat Sisa Uang Muka Penjualan yang Belum Digunakan
Sisa uang muka penjualan yang belum digunakan dapat menyebabkan nilai piutang pada laporan Buku Besar Pembantu Piutang lebih kecil dibandingkan nilai pada Laporan Neraca. Hal ini terjadi karena sisa uang muka mengurangi nilai piutang pada laporan pembantu, sedangkan perlakuan pada Laporan Neraca tidak sama.
Untuk memeriksanya, buka laporan Uang Muka Penjualan yang telah dimodifikasi. Atur parameter tanggal mulai database hingga tanggal pemeriksaan, kemudian hitung sisa uang muka berdasarkan nilai sebelum pajak.
Perlu diperhatikan bahwa nilai uang muka yang diperhitungkan dalam pengecekan ini adalah nilai sebelum dikenakan pajak. Tarif pajak dapat diperiksa melalui formulir transaksi terkait.
3. Akun Piutang Usaha Tidak Dipetakan ke Nama Pelanggan
Tidak semua akun dengan tipe akun Piutang Usaha pada Laporan Neraca digunakan dalam modul Penjualan. Ada pula transaksi dari modul lain, seperti Jurnal Umum, yang menggunakan akun Piutang Usaha tetapi tidak dipetakan ke nama pelanggan yang sesuai.
Akibatnya, nilai transaksi tersebut masuk dalam Laporan Neraca, tetapi tidak diperhitungkan pada Laporan Buku Besar Pembantu Piutang.
Pengecekan dapat dilakukan melalui laporan Rincian Buku Besar yang telah dimodifikasi. Periksa transaksi dengan akun bertipe Piutang Usaha dan pastikan apakah transaksi tersebut telah dipetakan ke nama pelanggan atau justru ke nama pemasok.
4. Akun Utang Usaha Dipetakan ke Nama Pelanggan
Penyebab lainnya adalah transaksi Jurnal Umum yang menggunakan akun dengan tipe Utang Usaha, tetapi dipetakan ke nama pelanggan.
Transaksi seperti ini dapat diperhitungkan dalam Laporan Buku Besar Pembantu Piutang, tetapi tidak diperhitungkan pada Laporan Neraca sebagai saldo piutang. Kondisi tersebut dapat menimbulkan perbedaan nilai antara kedua laporan.
Untuk memeriksanya, buka laporan Rincian Buku Besar yang telah dimodifikasi. Telusuri transaksi Jurnal Umum dengan tipe akun Utang Usaha yang menggunakan nama pelanggan sebagai pemetaan subsidiary.
Contoh Pengecekan Selisih Nilai Piutang
Agar lebih mudah dipahami, berikut ilustrasi pengecekan saldo piutang per 31 Mei 2024.
| Jenis laporan | Nilai saldo |
|---|---|
| Laporan Neraca | Rp4.570.000 |
| Buku Besar Pembantu Piutang | Rp3.470.000 |
| Selisih awal | Rp1.100.000 |
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa transaksi yang memengaruhi perbedaan nilai tersebut.

A. Memeriksa Parameter Laporan
Setelah opsi “Tampilkan hanya data yang memiliki transaksi” diperiksa dan parameter tanggal disesuaikan, saldo pada Buku Besar Pembantu Piutang tetap sebesar Rp3.470.000.

Artinya, selisih belum terselesaikan hanya dengan memperbaiki parameter laporan sehingga pemeriksaan perlu dilanjutkan.

B. Memeriksa Sisa Uang Muka Penjualan
Dari laporan Uang Muka Penjualan yang telah dimodifikasi, ditemukan sisa uang muka sebesar Rp277.500, termasuk PPN 11%.

Nilai sebelum pajak dihitung sebagai berikut:
-
Sisa uang muka termasuk pajak: Rp277.500.
-
Nilai sebelum pajak: Rp250.000.
Dengan demikian, nilai uang muka yang digunakan dalam perhitungan selisih adalah Rp250.000.
C. Memeriksa Akun Piutang Usaha yang Dipetakan ke Nama Pemasok
Dari laporan Rincian Buku Besar, ditemukan transaksi Jurnal Umum dengan akun bertipe Piutang Usaha yang dipetakan ke nama pemasok sebesar Rp350.000.

Nilai tersebut masuk dalam Laporan Neraca, tetapi tidak tampil pada Buku Besar Pembantu Piutang karena tidak dipetakan ke nama pelanggan.
D. Memeriksa Akun Utang Usaha yang Dipetakan ke Nama Pelanggan
Pemeriksaan berikutnya menemukan transaksi Jurnal Umum dengan akun bertipe Utang Usaha yang dipetakan ke nama pelanggan sebesar Rp500.000.

Nilai tersebut perlu ditambahkan dalam perhitungan saldo Buku Besar Pembantu Piutang untuk menyamakan hasilnya dengan saldo piutang pada Laporan Neraca.
Cara Menghitung Saldo Piutang agar Sesuai
Berdasarkan hasil pemeriksaan, berikut perhitungan penyesuaian saldo dari masing-masing laporan.
1. Perhitungan Saldo Piutang pada Laporan Neraca
Saldo awal Laporan Neraca adalah Rp4.570.000. Nilai transaksi akun Piutang Usaha yang dipetakan ke nama pemasok sebesar Rp350.000 dikeluarkan dari perhitungan pembanding.
Perhitungannya:
Rp4.570.000 − Rp350.000 = Rp4.220.000
2. Perhitungan Saldo Buku Besar Pembantu Piutang
Saldo awal Buku Besar Pembantu Piutang adalah Rp3.470.000. Selanjutnya, tambahkan nilai sisa uang muka sebelum pajak sebesar Rp250.000 dan transaksi akun Utang Usaha yang dipetakan ke nama pelanggan sebesar Rp500.000.
Perhitungannya:
Rp3.470.000 + Rp250.000 + Rp500.000 = Rp4.220.000
Hasil perhitungan kedua laporan menjadi sama, yaitu Rp4.220.000. Perhitungan ini merupakan ilustrasi berdasarkan temuan transaksi di atas, sehingga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan pencatatan aktual perusahaan.
Kesimpulan
Selisih nilai piutang pada Laporan Neraca dan Buku Besar Pembantu Piutang dapat terjadi karena parameter laporan yang kurang tepat, sisa uang muka penjualan, akun Piutang Usaha yang tidak dipetakan ke nama pelanggan, atau akun Utang Usaha yang dipetakan ke nama pelanggan.
Untuk menemukan penyebabnya, periksa parameter tanggal, laporan Uang Muka Penjualan, serta laporan Rincian Buku Besar yang telah dimodifikasi. Setelah setiap transaksi ditelusuri, lakukan perhitungan berdasarkan dampaknya terhadap kedua laporan.
Pemeriksaan secara sistematis membantu memastikan bahwa perbedaan saldo dapat dijelaskan dan laporan keuangan lebih mudah direkonsiliasi.
Mengenal Fitur Accurate Bersama ABCKOTARAYA
ABCKOTARAYA merupakan official partner software Accurate, termasuk Accurate Online, Accurate 5, Accurate Lite, dan Accurate POS. Kami memiliki tim sales profesional yang siap membantu Anda mengenal fitur software, melakukan demo produk, serta berdiskusi mengenai kebutuhan dan kasus bisnis yang dapat diterapkan pada Accurate. Tersedia juga FREE trial untuk mencoba produk Accurate.
Kunjungi Abckotaraya.id atau hubungi WhatsApp 0851 0199 6526 untuk informasi lebih lanjut.
Nikmati sensasi rasa unik Emkay Frizz Happy Sour! Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki liquid vape terbaik, pesan sekarang di emkay.id atau vape store terdekat!

